Oleh: Orang Aneh | September 15, 2008

Siapa Bilang USA adalah Negara Liberal Yang Demokrasi ?

Amerika Serikat dalam kurun waktu 8 tahun terakhir, khususnya di masa kepemimpinan Geroge W Bush mengklaim bahwa negaranya sebagai pembawa Kebebasan, liberalisasi dan Demokrasi. Namum kenyataanya justru Amerika bertindak layaknya Josph Stallin digabungkan dengan Osama Bin Laden plus Abu Bakar Baashir.

Anti Demokrasi

Demokrasi adalah  bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut.

Lalu yang dilakukan AS saat ini terutama dalam kebijakan luar negrinya justru kontra Demorasi. Seperti ketika mereka berusaha menjatuhkan pemerintahan Venezuela pimpinan Hugo Chavez. Padahal Chavez merupakan pemimpin sah sebuah negara republik yang memilih presidenya secara langsung.

Anti Liberalisasi

Berkaitan dengan politik dagan China – the next super power, amerika justru kerap mempermasalahkan sistem perdagangan bebas gaya tionkok, yang hingga kini memang bukan anggota WTO. Belum lagi upaya mereka melakukan pembatasan atas impor produk China ke pasar dalam negri. Dengan dalin melindungi produk lokal. Padahal jika di balik, siapakah yang menginginkan perdagangan bebas? Hal ini jelas menunjukan amerika serikat merupakan sebuah negara anti liberalisasi.

Belum termasuk penentangan AS terhadap Liberalisasi Teknologi, seperti yang dilakukan AS terhadap Proyek reaktor Nuklir Sipil IRan. Bahkan AS menjadikan topik ini sebagai dasar pre-emptive strike As terhadap IRan. Meski kecil kemungkinan terealisasi oleh AS.

Anti Kebebasan

Pasca serangan 11 september, di amerika serikat diterapkan sistem – Home Land Security Act – simple nya adalah undang undang yang menetapkan sistem baru dalam memata matai warga negaranya. Jangankan para imigran, warga kulit putih pun mengeluhkan akan hilangnya privasi, seperti kebebasan dalam berbicara (neighbor watch and free speech violation) hingga penyadapan dari mulai telefon, fax hingga E-mail. Hal ini mengingatkan kita pada masa Jerman terbagi dua, dimana di Jerman Timur hampir 1/3 warga negara jerman timur diawasi oleh Stasi.

Effek Buruk Pre-Emptive Strike

Serangan pendahuluan demi melindungi diri sebelum di serang musuh, merupakan alasan Amerika Serikat menginvasi Iraq. Namun effeknya adalah tindakan tersebut diikuti negara lainya semisal Georgia terhadap Ossetia Selatan. Akibatnya kini Georgia mengalami kehancuran akibat serangan balik Russia. Ini tidak termasuk berbagai konflik regional yang dipicu pemerintah yang meniru tindakan AS.

Kesimpulan – Liberalisme Tidak Berarti Amerika Serikat

Jika menganggap simblo Demokrasi Liberal adalah Amerika Serikat, nampaknya hal itu perlu tinjau ulang. Karena sesungguhnya justru Amreika serikatlah yang memutar balikan sejarah dunia dimana Amerika serkat justru negara terbesar pelanggar HAM dan Demokrasi yang pernah ada di muka bumi.


Responses

  1. Yang liberal itu Indonesia dong, dan di bawah ini adalah bukti-buktinya :

    http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/09/16/foto-foto-tragedi-zakat-di-pasuruan/

  2. sebenarnya pgn komen. tp sayang saya gak ngerti politik blass😀

  3. Yang benar adalah AS negara iberal demokratis untuk rakyatnya tapi tidak untuk pemimpinnya. Rakyat bebas mengekspresikan pendapatnya, tetapi kepentingan korporasi dan Jahudi sangat mempengaruhi pengambil keputusan di Washington. Perang Irak adalah untuk menyenangkan kelompopk Jahudi. Industri banyak menmperoleh keuntungan dari perang Irak, dan perang2 lainnya. Biaya perang Irak $20 milyar sebulan.

  4. ehm..mantap nih pembahasannya, hehe..
    AS adalah negara adikuasa yang sebagian besar mengusai wilayah pemikiran orang – orang kolot.
    Bangsa yang besar dari kekayaan bangsa lain, bangsa yang menginjak – injak martabat bangsanya sendiri di dunia Internasional. Yang sedikit – sedikit bicara HAM, tapi implementasinya gk sesuai atau bisa dikatakan bertolak belakang dengan HAM itu sendiri.

  5. Salam
    Lah itu dia bentuk hipokritnya amerika, klo bersinggungan dengan kepentingannya maka demokrasi yang diusungpun ditebas begitu saja, dasar amerika!!!

  6. judul blog ini menarik. mungkin Anda pernah mendengar ungkapan berikut ‘saya tak setuju dengan pendapatmu, tetapi saya akan berjuang agar kamu bisa menyuarakan pendapatmu itu’ luar biasa bukan. Itulah kebebasan berpendapat. Kita boleh tak setuju, tetapi kita harus menghargai hak orang lain untuk bebas mengutarakan pendapatnya. Mau tahu lebih banyak baca di http://darwinsimanjorang.wordpress.com
    salam,

  7. Liberal berarti “bebas” tetapi bebas selalu dalam konteks yang terbatas. Tak ada kebebasan mutlak 100 %, selalu ada rambu-rambu sosial yang mengatur kebebasan pribadi. Semakin bebas seseorang, maka ia semakin baik, sebab kebebasan yang sejati adalah mengejawantahkan kemungkinan terbaik yang ada dalam diri setiap pribadi. Kalau orang semakin tidak baik, maka orang itu telah dibelenggu oleh kejahatan, dan orang itu pasti tidak bebas. mau lebih baca saja di http://darwinsimanjorang.wordpress.com
    You’ll love it!!

  8. @ Darwin

    Salam kenal, ntar saia kunjungi blognya😀

    @ Semua

    Itulah amerika, konon disana masalah diskriminasi dan sering juga hak pribadi justru di rampas, kenapa itulah sebuah negara hipokrat😕
    sejati. Bahkan atas dasar “freedom” jangankan negara lain rakyatnya sendiri pun mereka rampas hak2 nya demi ya itu tadi : Freedom

  9. Kalau begitu, bung tarzan, saya jadi penasaran: Menurut anda, negara manakah di dunia ini paling liberal, sekuler, dan demokratis (baik di atas kertas konstitusi maupun dalam praktik bernegaranya)? Saya kepikirnya malah negara-negara kecil di daratan Eropa Barat sana…😕

  10. @ Cashade

    Kalau tentang negara mana yang paling sekuler, rasanya sepakat bahwa negara2 barat baik yang sosialis ataupun republik federasi seperti russia merupakan negara sekuler.

    Tetapi soal negara mana yang paling liberal dan demokratis secara sekaligus merupakan pertanyaan yang sulit dijawab. Karena kadang sebuah negara justru meninggalkan (memasung) faham liberalisme dan praktek demokrasi itu sendiri di saat pemerintahanya memiliki agenda lain.

    Saia sepakat, negara kecil di eropa barat justru bisa dikatakan lebih demokratis dan liberal mengingat mereka tidak memiliki kepentingan luar negri yang konon berbenturan dengan hak dan kebebasan seseorang.

    Negara tersebut umumnya negara kecil seperti Swiss, Belanda, Luxemburg dan Monaco. Bahkan belgia saja masih merupakan negara dualisme karena menerapakan dua sistem yang berbeda antara kebijakan luar dan dalam negrinya.

  11. Aku gak ngerti politik, tp apa hubungannya tindakan amerika seperti gabungan joseph stalin, osama b laden dan abu bakar baasyir? apa hub dg kebebasan, liberal atau demokrasi? apa contoh tindakan mereka sehingga dikatakan lebih dr tindakan amerika? mungkin cuma prasangka buruk ya mas?

  12. betul betul betul
    *IPIN UPIN mode ON*

  13. @ Kc041jo

    Nah rasanya kalo mau nulis tentang itu mesti bikin postingan baru.

    Gini mas, jika hidup di amerika baik citizens ataupun imigran namun selalu dicurigai, e-mail dan telepon di sadap dengan alasan war on terror apakah itu yang disebut menjamin privasi seorang warga ? rasanya hal tersebut pernah dilakukan oleh stallin semasa berkuasa bukan ? Bahkan Tupolev sendiri pernah menjadi korban tindakan tersebut ! Dimana kebebasanya ?

    Amerika mengatakan memulai war on terror, tetapi ia sendiri memulai terrorisme baru dengan alasan pre-emptive strike tidak saja ke iraq dan afghan tetapi merambah kenegara sekutunya sendiri (pakistan) mirip ben laden bukan ?

    Baasyir sendiri memaksakan kehendaknya dengan melakukan terror, seperti di bali contohnya, nah hal serupa dilakukan oleh AS dengan memaksakan demokrasi Liberal ala AS, kepada negara lain … gimana ?

  14. Setuju bro.. Kalo gw pikir2 ga ada negara yg bener2 bebas kali yah.,

  15. tai ci

  16. Kalau begitu Indonesia satu-satunya negara yang bebas dan liberal. Menadi syurga sekaligus bagi Islam Lieberal dan Islam Literal. dua-duanya juga bebas berkreasi, bebas berantem dan bebas adu otot😀 hidup Indonesia!

  17. Liberalisme justru tumbuh subur di Eropa ( welfare, sosial demokrat). Amerika sejauh ini masih terbukti sebagai negara Kristen dan pengaruh paham konservatisme masih sangat kuat (ditandai dengan Revolusi Sosial Ronald Reagan) dan kembalinya NeoCon menguasai Partai Republik yang condong ke kanan.

    Kemenangan Obama (partai Demokrat condong ke liberalisme) bukanlah kemenangan paham liberal, tapi karena kondisi ekonomi yang mulai merosot dan Obama mampu menjawab tantangan tersebut + kekuatan kharisma yang dibawanya . Dan Liberalisme di Amerika sering diartikan pluralisme dan kontrol.

  18. kayanya belum ada negara yang betul-betul menganut paham liberal – demokrasi, watak manusia memang sangat sulit untuk menerima perbedaan pendapat. Manusia cenderung untuk memaksakan pendapatnya kepada orang lain, kalau berbeda pendapat ….musnahkan.

  19. buah nagka buah kecapi…ane liberal..(lingkaran berat di bantal – tukang tidur :p )
    btw…ngomongin pulitik negara dan negara laen ga akan ada habisnya..doa’in aja biar pemimpin2 negara tuh di kasih hikmat ma Tuhan biar mereka ga memerintah seenak keteknya..hehehe…kan enak kalo piss..ada yg setuju?

  20. soal liberal, bagi saya liberal itu tidak ada yg absolut, dan pada kenyataanya, selalu ada batas-batas.
    Dan batas itu adalah hukum moral yg absolut, namun bagian-bagian hukum itu dipilih-pilih oleh org yg ngaku liberal yang mana saja bagian yg cocok untuknya (dalam hal ini bisa negara) sebagai batasan-batasan tindakan dan keputusan liberalnya kalo ada gangguan bagi daerah kenyamanannya sendiri.

  21. its true..
    USA adlh ngara liberal utk msyarakat..dan bukan untuk pemerintahhannya..
    aku stuju sja dgn itu..

  22. udah g bener semua…

  23. AS di jaman Bush tidak demokratis karena mengawasi warga negaranya sendiri, yang salah adalah pemerintahannya Bush yang vulgar dan gegabah

  24. kalo saya bilang, bolehlah mereka (negara AS) menentukan sendiri seperti apa kebijakan yang diambil untuk kebaikan negaranya, ASAL tidak merugikan negara lain dan tidak mengganggu kebaikan daripada negara lain. Bebas bkn juga sebebas-bebasnya, asalkan bisa transparan mengutarakan maksud yang sesungguhnya dan sama-sama saling mengerti dengan pihak2( negara) terkait dan saling menerima, saya pikir tidaklah menjadi persoalan. terkadang kita yg tidak tahu menahu dan hanya karena mendengar dari pemberitaan, terlalu dini dan antusias mengomentari dan mengklaim secara negative thinking, baik atas nama pribadi yg menanggapi, atas nama ras, atas nama golongan, atas nama agama, maupun atas nama negara. sebenarnya inilah yg menjadi persoalan, bagaimana kita memberikan pernyataan, tanggapan dan kritikan secara jernih terhadap orang lain, kelompok lain, negara lain, dengan tujuan kebaikan bersama dan kedamaian bersama…

  25. Kesimpulannya : Indonesialah negara Demokrasi yang sesungguhnya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: