Oleh: RETORIKA | September 6, 2008

Kegagalan “War on Terror” Disebabkan Karena US sendiri !

Awal Yang Baik sebagai Respon 11 September.

Tidak ada hujan, tidak ada angin. 11 September infrastruktur sipil amerika serikat di hantam dua buah pesawat sipil, setelah di bajak oleh teroris yang berasal dari Al Qaeda. Belum termasuk serangan ke pentagon dan gagalnya usaha serangan ke camp david. Apapun itu yang jelas dunia terhenyak, setelah ribuan warga sipil tewas karena serangan teroris tersebut.

Berbagai simpati dari seantero bumi mengalir ke AS. Presiden Georoge W Bush yang baru menduduki jabatan presiden, belum setahun langsung mengumumkan perang melawan terorisme. Sebuah tindakan yang dianggap melegakan terutama bagi warga AS yang masih shock sekaligus geram akibat ulah teroris tersebut.

Afghanistan, Taliban memang pantas di serang.

Afghanistan yang ketika itu dikuasai oleh rezim Taliban dimana rezim tersebut telah melakukan berbagai macam kejahatan HAM, semisal melarang kaum wanita untuk bersekolah, melakukan pembantaian bagi penduduk yang menjadi oposan hingga merebut kekuasaan dari pemerintahan yang sah (termasuk membunuh Ahmad Shah Massoud, seorang tokoh yang berperan memerdekakan Afghanistas dari Uni Soviet) merupakan sedikit dari kekejaman yang dilakukan rezim Taliban yang amat erat dengan Al Qaeda.

Afghanistan memang dikenal sebagai “peternakan teroris” karena tidak saja serangan 11 september, namun serangan bom Bali dan Mariot memang dilakukan oleh para teroris Alumnus Afghanistan. Itu belum seberapa jika ditambahkan bahwa perkebunan / ladang opium terbesar di dunia adalah berasal dari negri yang rawan konflik tersebuit.

Tidak ada alasan lain ataupun yang meringankan bagi rezim Taliban kecuali mereka digulingkan demi menjamin keamanan global. Tidak sanya AS dan NATO, Russia yang selalu menentang keputusan barat pun rela menyuplai persenjataan bagi Aliansi Utara demi meluluh lantakan rezim Taliban. Kurand dari setahun Rezim Talibanpun tumbang, dunia bersorak, meski disebut negara boneka tetapi setidaknya negara yang kini dipimpin Hamid Karzai tersebut tidak lagi menjadi sarang ekstrimis dan teroris dalam jumlah besar.

Serangan Ke Iraq, Awal Kegagalan War On Terror

Sebuah negara berdaulat, dituduh oleh Amerika serikat memiliki senjata pemusnah massal. Meski segala aturan yang diberikan PBB termasuk mengizinkan IAEA melakukan inspeksi untuk kemudian membuktikan bahwa Iraq tidak memiliki senjata pemusnah massal ternyata tidak cukup kuat untuk melindungi Iraq daris serangan  pre-emptive strike AS, UK dan Autralia.

Oprasi badai gurun ke dua pun berlanjut. Hasilnya Saddam Hussein berhasil di gulingkan, kedua anaknya dibantai dan iapun di eksekusi. Meskipun akhirnya AS mengakui bahwa tidak ada senjata pemusnah masal, tetapi mereka masih yakin bahwa tindakanya untuk menumbangkan rezim Saddam Husein adalah tindakan yang benar.

Publik pun mengetahui bahwa alasan perang ke Iraq adalah untuk mengambil minyak bumi, lain tidak. Kecaman demi kecaman hadir, tidak saja dari Russia dan China yang merupakan sekutu dekat Iraq, Prancis, Jerman hingga Indonesiapun mengecam serangan tersebut. Tetapi Nasi sudah jadi bubur, kini Iraq merupakan no-mans-land, dimana faksi Sunni, Syiah, Alqaeda, US Army hingga PMC memperebutkan pengaruhnya. Sedikit demi sedikit terkuak, kejahatan kemanusiaan yang dilakukan militer AS dan PMC terhadap sipil iraq, membuat dukungan global terhadap war on terror semakin surut. Ini juga diperparah dengan konflik internal Sunni-Syiah yang justru menelan korban lebih banyak dari serangan awal badai gurun tahap 1. Awal kegagaln dari “war on teror” pun dimulai.

Di Dalam Negri, Pemerintahan mereka kehilangan dukungan

Kegagalan partai Republik dari Demokrat di AS, kejatuhan pemerintahan Tony Blair hingga digantinya John Howard oleh Kevin Rudd adalah contoh kongkrit bahwa setelah dilakukan serangan ke IRaq seluruh pemerintahan dari tiga negara tersebut kehilangan dukungan. Bisa disimpulkan bahwa kemengan mereka pada pemilu sebelumnya, saat mereka memulai oprasi di Afghanistan berbalik menjadi kunci kegagalan mereka mempertahankan pemerintahan dan dukungan rakyat. Kebalikanya, oposisi penentang perang di Iraq justru mendapat angin segar, karena rakyat mereka sudah muak dengan perang dan menginginkan kedamaian.

War on Terror ? Make the best of it

Sulit bagi AS untuk memenangkan perang melawan terorisme setelah apa yang mereka lakukan di Iraq. Menarik mundur pasukan dari Iraq sama saja meninggalkan tanggung jawab. Meraih simpati dunia, tidak semudah itu. KArena disamping lebih dari 30.000 warga sipil di iraq telah menjadi korban, dan tentara mereka hampir 5000 orang tewas sia sia. Sedangkan belum ada progress yang jelas mengenai penangkapan osama bi laden. Satu satunya yang dapat di lakukan AS untuk meraih posisi di dalam global war on teror adalah : benar benar mengamankan afghanistan dan membuat pemerintahan Boneka yang benar benar kuat di Iraq, jika tidak  rasanya sulit buat AS untuk mencapai keinginannya.


Responses

  1. Penasaran, apa yang akan dilakukan pengganti presiden semak belukar. *Apalagi jika Obama yang jadi presiden, walau berat.

    Irak benar-benar menjadi beban buat mereka.
    Apakah ini akan menjadi vietnam II?
    Ataukah Amerika akhirnya sudah mempunyai teknologi yang cukup kaya dan cukup canggih untuk mengatasinya?

  2. salam
    Amerika itu dalamnya bobrok , tunggu aja kehancurannya

  3. Situasi AS di Irak sekarang, kalau mengutip Warkop DKI, “maju kena, mundur kena.”😀 Kalau tiba-tiba menarik semua pasukannya sekarang, mereka akan dituduh tidak bertanggung jawab setelah membuat tanah orang berantakan, tapi kalau tetap tinggal di situ lebih lama, anggarannya makin lama makin defisit, belum lagi korban-korban lainnya…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: