Oleh: RETORIKA | September 4, 2008

Keberpihakan Di Dalam Politik Global

Saat ini terutama di kota besar sering kita melihat slogan, anti Amerika, Israel dan berbagai negara barat. tidak cuma berusaha melakukan boikot tetapi sampai pada titik melakukan generalisasi. Padahal kenyataanya sungguh kontras dengan apa yang terjadi di lapangan. Ambil contoh usaha keras melalui demonstrasi yang dilakukan ormas semisal FPI, HTI maupun MMI yang menginginkan putusnya hubungan diplomatik dengan barat. Apakah hal tersebut dapat dikatakan dewasa? Saia rasa dibutuhkan pengamatan lebih lanjut sebelum berteriak teriak berdasarkan emosi ketimbang mengandalkan akal dan pikiran yang jernih.

Intinya adalah Keuntungan negara sendiri harus diutamakan.

Ketergantungan Indonesa dan hampir seluruh negara di dunia terhadap bangsa lain terutama barat adalah sebuah fakta yang tidak terelakaan. Demikian pula tingginya ketergantungan barat akan negara yang berasal dari region baik timur jauh, timur tengah hingga Asia tenggara. Karena hal itulah terciptanya istilah “pasar global”

Untuk menjalankan ekonomi dan memajukan bangsanya sebuah pemerintahan diharuskan mengekspor sumberdaya yang mereka miliki untuk mendapatkan devisa yang kelak dipergunakan baik untuk mengimpor sumber daya yang tidak mereka miliki ataupun membangun infrastruktur. Seperti halnya jual beli pada umumnya, setiap negara memiliki posisi tawar-menawar terhadap negara lainya, dan hal ini tidak lepas dari seberapa margin keuntungan yang bisa diperoleh sebuah negara dengan menjatuhkan pilihanya kepada negara lainya. Dan hal ini tidak dipengaruhi oleh sentimen emosional ataupun ikatan lainya selain dari kepentingan politik dan ekonomi setelahnya.

Singkatnya posisi tawar menawar dalam percaturan politik dan ekonomi global amat tergantung pada kepentingan negara yang bersangkutan, bukan dikarenakan faktor emosional semata.

Keberpihakan dan Trik Politik

Yang paling segar saat ini adalah wacana mengenai pemutusan hubungan dengan barat yang dibangun oleh ormas dari agama tertentu, yang dengan sendirinya akan menunjukan  kejelian dan kedewasaan berpikir ormas tersebut.  Padahal semua orang tahu akan tingginya ketergantungan indonesia dengan negara barat (negara timur juga tidak kalah sih) karenanya dengan adanya isu seperti tersebut artinya menunjukan betapa emosionalnya mereka yang menginginkan pemutusan hubungan tersebut.

Disamping akan menimbulkan goncangan ekonomi hebat, Indonesiapun akanterkucil dari pergaulan global. Walau negara ini masih memiliki hubungan dengan negara super power lainya, katakanlah China dan Russia. Tetapi apakah mereka akan pasang badan demi Indonesia? Tidak! karena merekapun memiliki kepentingan internal sendiri yang pastinya tidak bisa dipenuhi oleh Indonesia.

Untuk itulah indonesia diharuskan untuk terus menjalin hubungan diplomatik yang bebas-aktif tidak saja kepada negara timur namun juga kepada negara barat. Dimana Indonesia diharapkan memiliki peran aktif dalam percaturan global. Karena pada intinya sebuah negara  bisa menjadi besar dan makmur dikarenakan negara tersebut mampu mengekspolitasi potensinya (sehingga memiliki nilai tawar yang tinggi) dan didasari pikiran jernih, perhitungan yang tepat serta kemampuan berdiplomasi yang baik, bukan didasari sikap emosional dan tendensi untuk mengisolasi diri dari politik global.


Responses

  1. mas retorika sering pindah2 toh:mrgreen:
    bakalan panas nih * menunggu perkembangan *

  2. bagus….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: