Tuduhan Spionase pada Jurnalis itu Wajar, tapi …
Hukuman 8 tahun bagi pelaku tindakan spionase itu termasuk sangat ringan karena pada umumnya pelaku tindakan tersebut biasanya diganjar hukuman seumur hidup atau hukuman mati! Tetapi tidak untuk Roxana Saberi 31 tahun. Jurnalis dan Koresponden CNN keturunan Iran berkewarganegaraan AS ini mendapat vonis tersebut dikarenakan sang jaksa beberapa kali mengganti tuntutanya. Dari semula dikarenakan ia Bekerja dengan kartu jurnalis kadaluarsa, kemudian dirubah dengan alasan tidak mengenakan jilbab sebagaimana mestinya (negara berbasis theokrasi umumnya mengatur budaya penduduknya dengan ketat) lalu dirubah lagi dengan tuduhan membeli minuman keras (negara Islam melarang penduduknya mengkonsumsi minuman tersebut, sekalipun mereka beragama non islam) dan pada akhirnya tuduhan sebagai Spionaselah yang digunakan.
Keputusan Tersebut merupakan tindakan kontra produktif
Di saat pemerintahan baru AS mendapat berbagai simpati, diantaranya usaha Obama memperbaiki hubunganya dengan Kuba dan Venezuella, Pengadilan Iran justru membuat blunder dengan jatuhnya vonis tersebut. Kendati presiden Iran Ahmadinejad meminta pengadilan bertindak seadil adilnya namun terkesan karena bergonta-gantinya tuduhan terhadap Roxana Saberi membuat dunia curiga pada putusan pengadilan Iran tersebut. Pasalnya terbaca dengan jelas bahwa pergantian tuntutan oleh jaksa dilakukan untuk mendapat vonis terberat dan mendapatkan perhatian dunia internasional Biasanya jika seseorang dituduh sebagai Spionasi umumnya dari awal tuntutan yang dituduhkan kepadanya adalah Spionase alias straight to the point. Agaknya ini merupakan PR bagi pemerintah Iran agar memastikan sistem peradilan negaranya, karena isu tersebut sangat sensitif dan dapat mempengaruhi kredibilitas Iran di dunia intenasional.
Link : Ressay
Ya…itulah yang namanya double-minded di pemerintah Iran, oh…. dan juga double-tounged. Benar-benar sangat “human”lah pemerintah Iran ini.
Bila pemerintah Iran bisa konsisten, maka dunia Barat bisa geger…saking terkejutnya melihat perubahan di Iran.
Oleh: jaos on April 23, 2009
at 11:19 am
AKu gak begitu mengikuti persoalan itu.
Oleh: ressay on Mei 1, 2009
at 5:57 am
kejadianya bersamaan dengan pidato Ahmadinejad saat konfrensi anti rasism PBB
Oleh: 848 on Mei 1, 2009
at 12:44 pm
masalah kecil yang di perbesarkan saja …
hanya pihak-pihak tertentu saja yang mau intervensi hukum negara orang lain, cobalah untuk menghormati hukum negara orang lain. jangan kebiasaan aah.
Oleh: squid on Mei 9, 2009
at 1:09 pm
siapa yang mau mengintervensi ? komentar model begini biasanya komentar orang2 yang sekali baca dan berusaha tampil sebagai penengah yang bijak sana. Jangan kebiasaan aah!
Oleh: 848 on Mei 10, 2009
at 2:51 pm
Heran kok bisa mudahnya menduga ada interevensi terus.? Padahal komen sebelumnya ada tulis bahwa kejadian itu terjadi bersamaan dgn pidato Ahmadinejad saat konfrensi anti rasism PBB.
Alasan dangkal yang plin-plan jugalah, sama kayak pemerintahan Iran di sana, gak konsistenlah gara-gara ada motif yang sama dari dulunya yang tidak pernah berubah.
Oleh: jaos on Mei 11, 2009
at 9:52 am