Oleh: Orang Aneh | November 13, 2008

Global War On Terror – Seharusnya Disertai Perbaikan Ekonomi (Part 2)

Merangkul dan memperbanyak Sekutu kunci mengalahkan Teroris Fundamentalis

Tidak seperti negara ataupun kelompok militer. Terorisme memiliki bentuk yang jauh berbeda, kendati pergerakanya dapat di hentikan melalui oprasi militer baik sekala taktis ataupun strategis pada dasarnya untuk benar benar mematikan terorisme bukanlah melalui oprasi militer tetapi justru pada sektor Intelijen, sosial dan ekonomi.

Tetapi Hal ini justru tidak dilakukan oleh Amerika Serikat selaku penggagas War on Terror. Mereka hanya bergantung pada oprasi militer semata, bahkan mereka seringkali mengesampingkan peran dunia internasional khususnya negara penyokong. Padahal faktor inilah yang menjadi nilai krusial dalam upaya memenangkan global on Terror.

Kenapa Faktor Ekonomi Begitu Krusial ?

Ekonomi, seolah menjadi faktor sekunder dalam sendi kehidupan manusia. Konon mereka menomorsatukan Agama dimbanding ekonomi, Cinta dibanding ekonomi hingga faktor Kesehatan berada di depan ekonomi. Hal ini bisa menjadi acuan menarik. Memang dalam jangka sangat pendek hal ini benar adanya. Tetapi dalam jangka panjang? Banyak orang menjadi frustasi karena permasalah ekonomi dan kemudian kehilangan keyakinan pada agamanya atau sebaliknya berubah menjadi seseorang ekstrimis. Kasus lain lebih jamak lagi, cinta menghilang ataupun berpindah karena faktor ekonomi yang berbicara. Hal yang sama juga berlaku dari segi kesehatan dimana gizi maupun pengobatan amat sangat bergantung pada faktor ekonomi. Hal ini setidaknya membuktikan bahwa betapa krusial faktor eknomi dalam sendi kehidupan manusia.

Pemberdayaan Ekonomi, Sosial Yang Diawasi oleh Pemerintah

Dengan adanya pertumbuhan ekonomi di masyarakat secara merata, serta merta membuat masyarakat terutama dari kalangan bawah sampai menengah bawah yang umumnya memiliki kondisi ekonomi labil akan terfokus dalam aktivitas ekonomi yang konstruktif.

Dengan berjalanya pertumbuhan ekonomi secara otomatis perangkat penunjang primer baik jangka pendek maupun jangka panjang  juga akan berfungsi sebagai mana mestinya. Lembaga kesehatan akan berfungsi optimal,  lembaga pendidikan formal pun akan mendapatkan kembali antusisasme dari masyarakat yang konon selama ini hilang akibat diambil peranya oleh sektor lembaga pendidikan non formal dengan standar ajaran yang jelas.

Permasalahan sosial yang dihadapi masyarakat sendiri yang kerap terjadi pada dasarnya bukan dikarenakan faktor merosotnya nilai moral dan budaya nusantara yang menurun. Tetapi justru diakibatkan karena keputus asaan masyarakat dikarenakan permasalahan ekonomi. Banyak yang memilih mengambil jalan pintas dengan melakukan tindakan kriminal ataupun yang berkaitan dengan topik ini adalah menginginkan kebahagiaan dan kesejahteraan didalam kehidupan berikutnya. Tidak jauh dari pelaku kriminal lainya konon yang seperti ini ingin menggapainya melalui jalan pintas yang mereka anggap benar, ya tak lain adalah tindakan terorisme berkedok agama.

Posisi pemerintah adan aparat baik militer dan hukum sendiri memiliki peran besar dalam pengawasan sektor sosio-ekonomi. Khususnya didalam masalah terorisme pihak pengajar atau sektor pendidikan pun harus diawasi dengan seksama. Baik metode ajaranya hingga  visi misi yang mereka anut. Karena fakta dilapangan berbicara bahwa lembaga pendidikan baik sekolah maupun madrasah dan pesantren merupakan pabrik dari para teroris. Sehingga amat penting bagi pemerintah dan aparat untuk memberi pengarahan, pengawasan ataupun menindak bagi para pendidik seperti Ustad, guru ataupun para pengajarlainnya apa bila apa yang mereka ajarkan sudah melenceng dari apa yang seharusnya mereka ajarkan. Toh pada dasarnya lebih baik mencegah dari pada mengobati.

Pembangunan Ekonomi Global dalam Memerangi War on Terror

Apa yang dilakukan Amerika Serikat adalah penghancuran ekonomi global. Walaupun belakangan mereka yang terkena imbasnya sesungguhnya karena faktor inilah yang menyebabkan timbulnya terorisme global. Bila suatu negara dihancurkan ekonominya baik karena serangan militer ataupun Embargo ekonomi yang terjadi adalah kemiskinan secara masal. Lama kelamaan irrasionalitas di dalam masyarakat pun muncul, dan bila bila mereka mendapatkan pihak yang memang menginginkan perpecahan di dalam tatanan umat manusia semisal Al-Qaeda, IRA ataupun ETA , hal ini ibarat gayung bersambut. Dengan mudah para Teroris tersebut mendapatkan pion pion baru yang kemudian dijadikan alat untuk menghancurkan kemanusiaan.

Sebuah langkah besar didalam kebijakan Ekonomi Global amat dibutuhkan dalam memerangi Terorisme. Karena bila kemakmuran dan keadilan ekonomi – sosial dapat tercipta dalam demokrasi alias bukan pemaksaan niscaya polapikir dan rasionalism masyarakat akan tercipta dan Terorisme pun akan mati dengan sendirinya. Mengapa ? Karena esence dari ajaran ekstrimisme fundamentalis mereka telah kehilangan nilai jual dan akhirnya mereka akan menjadi kelompok pesakitan yang akan punah dengan sendirinya.


About these ads

Responses

  1. tulisannya mencerahkan…..
    tarzan kota emang keren abis. ;)

  2. pk, mari ciptakan tatanan yang sejahtera secara ekonomi dan demokratis secara sosial politik

  3. ok, mari ciptakan tatanan yang sejahtera secara ekonomi dan demokratis secara sosial politik

  4. secara garis besar saya setuju artikel ente,tapi menurut saya ada yang kurang adil dimana ente katakan madrasah dan pesantren “secara mutlak ” dijadikan sumber dan pabrik para teroris.

    Kekeliruan sepertinya ada pada opini dan asumsi ente pada persoalan diatas.Akan lebih bijak jika ente melakukan survei bahkan study dibanyak pesantren terlebih dahulu sebelum komentar dilakukan.Ribuan bahkan mungkin jutaan kaum muslimin diindonesia yang benar-benar hidup sesuai nilai-nilai islam setelah mereka mondok dipesantren.

    Saya sendiri adalah salah satu yg pernah mesantren (walaupun tidak lama) yang sangat-sangat tidak setuju dengan berbagai tindak kekerasan mengatasnamakan islam yang akhir-akhir ini banyak muncul terjadi.

    Beberapa pesantren yang pernah saya tinggali,tak ada satupun kiyai ataupun ustad yang mengajarkan kekerasan untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang terjadi.

    Saya sedih ketika ente mengatakan bahwa pesantren adalah pabrik teroris.Padahal ente sendiri belumlah benar-benar mengetahui apa yang ada didalamnya.Hamba-hamba Allah yang giat menuntut ilmu-Nya,senantiasa sholat berjamaah,mereka tahajjud dan menangis ketika bermunajat,berpacu dan ikhlas dalam beribadah,bergelut dengan amal sholeh dalam upaya mendekatkan dengan sang pencipta..Lalu dengan mudahnya ente menganggap mereka adalah para pioner teroris yang suatu saat dimuntahkan keluar dan menghancurkan tatanan kehidupan masyarakatnya.

    Secara pribadi saya tetap meyakini kebenaran yang saya imani…rodhiitu billaahi robban wabil islaami diinan wabimuhammadin nabiyyan warosuulaa…Sebagaimana saya juga yakin akan firman Nya ketika mengutus rosululloh Sayyidinaa wahabiibinaaa Muhammad Shollallohu ‘alaihi wasallam sebagai rahmatan lil’aalamiin.

    Tentu saja sebagai muslim saya tidak rela jika ada saudara-saudaraku yang mengatas namakan islam,lalu kemudian sewenang-wenang melakukan berbagai tindak kekerasan.Perbedaan agama,keyakinan,madzhab,kelompok ataupun warna kulit adalah fitrah dan kebebasan bagi siapapun,karena masing-masing akan bertanggung jawab dengan apa yang dilakukannya.Kalaupun ada perintah dakwah mengajak ke jalan kebenaran,itupun mekanismenya sudah diatur dalam agama seperti dengan hikmah,pitutur yang baik dan seterusnya.Dan inilah nilai sesungguhnya yang ada di islam sebagaimana kata “Islam” atau “salam” dalam banyak berbagai ayat dalam Alqur’anul kariim oleh beberapa mufassirin mempunyai enam makna dan diantara makna tersebut adalah “kedamaian” dan “keselamatan”.

    Pembinaan dalam struktur kelembagaan sudah ada semenjak Nabi SAW,diteruskan pada masa sahabat,tabi’in hingga makin populer dizaman mulai berdirinya penggagasan dan dan pendirian madzhab semisal Imam Abu Hanifah di iraq yang mempunyai Madrasah Ahlu Al ro’yi (kelompok yang mendahulukan pemikiran dan logika),alasannya karena banyak mewarisi pemikiran sahabat Ibnu mas’ud dan Umar bin Khottob ra.Kemudian muncul dimadinah madrasah Ahlul Hadits yang dipelopori Imam malik,kelompok yang lebih mengedepankan teks dari pada logika…dst dst…

    Isthilah Ribath,madrasah,ma’had,lembaga ataupun pesantren adalah sesungguhnya bertujuan mulia dan sarana untuk mencapai efektifitas dakwah yang diusungnya.”pesantrian” ataupun “pesantren” toh juga diambil dari kata “cantrik” lalu menjadi “santri” yang mula-mula ada di kediri timur yaitu kerajaan doho,dimana darma wangsa yang mendirikan sebuah tempat penggemblengan bagi para “santri” /hafadzotil kutubil muqoddasah untuk belajar dan menghafal kitab weda.

    Kembali ke topik,pernahkah ente mendengar ataukah ada sejarah yang mencatat Rubath dizaman rosululloh SAW telah melahirkan para teroris?..begitu juga dizaman para sahabat dan para madzhahib yang banyak mendirikan madrasah2 lalu kemudian muncul para separatis,teroris dan kekacauan?..Apakah lalu madrasah-madrasah dan pesantren di indonesia telah banyak melahirkan teroris?..

    Kalaupun sekarang ada kelompok-kelompok kecil atau satu dua pesantren yang ente anggap mengajarkan teror dan kekerasan,itu jelas pandangan subyektif ketika ente memutlakkan sebuah nama “madrasah” atau “:pesantren” sebagai pabrik teroris.

    Pada dasarnya prinsip saya sama dengan ente yakni anti kekerasan.peace …..

  5. @ antiza

    lho, saia tidak pernah menggeneralisir secara umum,
    tetapi memang sebuah fakta dimana para teroris lahir dari lembaga pendidikan seperti pesantren, madrasah (ngeruki dll) ataupun sekolah teologi.

    Karena ditempat pendidikan tersebut merupakan lahan subur bagi para teroris untuk menyebarkan ajaran menyimpang mereka kepada para pelajar yang kebanyakan masih hijau – polos

    disini yang saia titik beratkan merupakan pengawasan secara rutin terhadap lembanga pendidikan agar tidak dimanfaatkan oleh para kelompok ekstrimis sebagai sarana propaganda dan pendidikan terorisme yang kelak membuat permasalahan di kemudian hari

    pencegahan lebih baik daripada pengobatan bukan ?

  6. tarzan kota

    loh yang yang nyerang negara orang lain emangnya sekolahnya dimana ?

    yang campur urusan negara orang lain emangnya sekolahnya dimana ..?

    yang memaksakan kehendak terhadap negara lain emang sekolaaaahnya dimana.. ?

    apakah mereka bisa di katakan teroris ..? ah yang jelas mereka ini lah THE REAL TERORIS

    mau hancurkan teroris.. ? ya harus hancurkan induk teroris nya dulu layaw.

  7. @geger

    Pemaksaan kehendak tentang yang mana maksiat mana yang bukan, atau pemaksaan definisi mana yang halal dan mana yang haram juga teroris dong !

    makanya sampeyan baca artikel tentang amerika serikat di postingan yang lain !


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: