Oleh: Orang Aneh | November 10, 2008

Global War On Terror – Seharusnya Disertai Perbaikan Ekonomi (Part 1)

bush_monkey1

Dari Awal Konsep War On Terror ala Bush Memang Sudah Salah

Setelah peristiwa WTC 911 terjadi George W Bush langsung mendeklarasikan bahwa Amerika Serikat memulai perang global melawan terorisme. Tetapi sebenarnya dari awal konsep yang di anut presiden dengan popularitas terburuk dalam sejarah Amerika ini sebenarnya sudah keliru dari awal. Mulai dari kata “Crusade” alias perang salib yang sudah tentu mengingatkan pada pertikaian berbas agama yang melibatkan tiga kubu Islam-Kristen-Yahudi pada abad pertengahan, sehingga memunculkan sentimen agama hingga pemakaian kata “With Me or Against me” menunjukan sikap pemaksaan sekaligus arogansi Amerika Serikat pada masyarakat internasional.

Hal ini membuat komunitas dunia menjadi terpecah antara kelompok yang mendukung global war on terror (meski lebih tepatnya terpaksa mendukung karena faktor ekonomi dan politik) dan kelompok yang skeptis terhadap perang global tersebut. Bahkan tidak sedikit masyarakat tidak saja yang berasal dari timur tengah tetapi juga komunitas terdidik baik yang berasal dari Amerika maupun eropa barat justru menentang global war on terror tersebut. Bukan karena mereka merupakan simpatisan Al-Qaeda seperti kelompok MMI ataupun JI tetapi dikarenakan mereka menganggap apa yang dilakukan Amerika Serikat tersebut justru erat dengan nuansa pemaksaan, intervensi dan Arogansi berbau Ekonomi.

Pertanda Baik Global War on Terror : Tergulingnya Rezim Teroris Taliban

Meski oprasi penghancuran kelompok Teroris Taliban oleh Nato terbilang sukses, ini tidak luput dari dukungan kelompok Mujahidin Afghanistan dalam hal ini – Aliansi utara yang dahulu dipimpin Ahmad Shah Massoud dan dukungan negara seperti Russia dan Pakistan. Serangan ke Afghanistan sendiri memang masih dapat diterima, selain mendapat dukungan PBB, Nato dan Dunia, rezim Teroris Taliban memang terbukti melindungi kelompok Al-Qaeda dan mereka pun terlibat dalam kejahatan kemanusiaan terutama terhadap kaum wanita dan anak anak.

Titik Balik Kegagalan War On Terror Terjadi Di Iraq

Setelah meraup kesuksesan di Afghanistan, pemerintahan George W Bush memulai propaganda amatiran yang mengatakan bahwa Iraq memiliki senjata pemusnah massal dan juga merupakan negara pelindung Al Qaeda. Jika anda sering menyaksikan Fox News di TV kabel merupakan sebuah rutinitas bagi mereka untuk menciptakan terror kepada warganya sendiri yang terus menerus disuguhi ancaman bahwa Saddam Hussein akan menyerang Amerika Serikat setiap saat. Sayangnya hal tersebut berhasil mempengaruhi sebagian besar rakyat Amerika serikat untuk kemudian mendukung invasi ke Iraq. Sebagai catatan rata rata pendidikan warga negara AS berada jauh dibawah pendidikan penduduk Uni Eropa dan Australia, sebuah fakta yang memaklumi mengapa masyarakat AS mudah dikelabui oleh pemerintahanya sendiri.

Serangan ke Iraq sendiri sebenarnya sudah mendapat tentangan dari masyarakat Internasional. hal ini didasari berbagai faktor baik dari pihak agresor AS dan Iraq. Pertama karena mayoritas negara Nato yang terlibat global war on terror di Afghan menganggap serangan ke Iraq sangat mengada-ada hal ini berimbas pada ketidak setujuan Perancis dan Jerman terhadap agresi ke iraq. Kedua Russia dan China sebagai negara adidaya lainya pun mengecam habis habisan serangan tersebut. Sedangkan dari sudut pandang politik dan Ideologi Iraq, seperti juga Suriah merupakan negara Republik Sosialis sub Sekuler. Sehingga meski kecil rasanya dari segi perinsip saja pemerintahan Saddam Hussein sudah bertentangan dengan Alq aeda. Terlebih negara yang sudah diembargo 10 tahun sudah tidak mungkin melakukan serangan ke negara lain.

Hasilnya bisa ditebak, Setelah pemerintahan Saddam Hussein berhasil di jatuhkan Iraq menjelema menjadi negara tanpa hukum. Gerilyawan Sunni, Syiah, US Army hingga PMC merupakan penguasa Iraq pasca pemerintahan Saddam yang berimbas pada krisis kemanusiaan di Irak.

Akibat Arogansi Amerika Serikat,  Dukungan Sekutu dan Dunia Internasional pun Hilang

Diawali dengan penolakan sekutu terdekat AS, Perancis pada perang Iraq satu persatu negara penopang AS dalam gelobal on terror pun berubah menjadi skeptis. Hal ini dikarenakan arogansi AS bahkan terhadap sekutunya sendiri.

Pelanggaran berulang kali wilayah udara kedaulatan Pakistan dengan dalih mengejar teroris lama kelamaan membuat geram pemerintahan Pakistan terhadap AS. Kegagalan memerangi faksi faksi yang bertikai di Iraq untuk kemudian menuduh Iran sebagai penyokong griliawan semakin memojokan pemerintahan AS yang memang dianggap mencari cari alasan atas kesalahanya. Kejatuhan pemerintahan negara pendukung Serangan ke Iraq seperti partai buruh Tony Blair di Inggris dan Partai Demokrat John Howard di Australia semakin menunjukan bahwa perang di Iraq memang tidak mendapat dukungan bahkan oleh masyaraktanya¬† sendiri sekalipun. Episode ini pun diakhiri dengan pelanggaran kedaulatan Republik Syria dan kalahnya partai Republik di AS.¬† Yang berujung pada pergantian rezim…

About these ads

Responses

  1. Yang kita harapkan sekarang adalah kedamaian, keharmonisan, kesejahteraan, dan toleransi antar sesama, bukan perang dan kekacauan

  2. Foto2 nya keren2 hi hi hi

  3. jelas amerika serikat adalah terorisme dunia
    9/11 adalah bikinannya amerika sendiri

  4. bush = anjing kudis


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: