Oleh: Orang Aneh | September 28, 2008

Film Obsession, Tidak Lebih Dari Sekedar Film Dokumenter Biasa

Berbeda dari film Fitna, Obsession merupakan film Dokumenter Biasa

Film Obsession yang dirilis tahun 2006 merupakan sebuah film dokumentar yang membahas mengenai terorisme dan gerakan  radikal berbasis agama tertentu yang memiliki tujuan untuk menyeragamkan tatanan peradaban dunia berdasarkan penafisran mereka yang sudah pasti anti terhadap demokrasi, liberalisme apalagi sekularisme. Penyeragaman yang dimaksud adalah untuk menjadikan seluruh dunia berada di sebuah hukum berbasis theokrasi dalam tafsiran kelompok teroris radikal.

Film obsession berbeda dengan film Fitna yang beberapa waktu yang lalu sempat membuat heboh dunia cyber dimana film Fitna tidak lebih dari sebuah film propaganda “low budget” yang dikemas asal asalan dan sangat eksplisit menunjukan ke biasanya.

Menguak Fakta dan Membawa Peringatan bagi Umat Beragama

Sebaliknya, film obsesion, menggambarkan dan menguak fakta dimana gerakan radikal sebuah agama tertentu mampu berkembang dikalangan umum akibat sikap “lepas tangan” kelompok moderat. Dan difilm ini juga diungkap bahwa gerakan kelompok radikal tersebut merupakan sebuah kanker yang tumbuh di dalam agama yang selama ini dijadikan basis propaganda kelompok tersebut. Sebuah fakta yang menyakitkan bahwa kelompok radikal tersebut hanyalah menjual kesucian sebuah agama demi memenuhi obsesi bejat kelompok radikal tersebut.   Film ini mampu menjelaskan secara ilmiah satu persatu potensi dan akibat yang terjadi bila sebuah radikalisme berbasis theokrasi dibiarkan hidup didalam sebuah komunitas yang semakin maju dan amat menjuntung tinggi HAM.

Keliru Jika Menganggap Ajakan Melakukan Introspeksi dan Mawas Diri Merupakan Penghinaan

sebuah website kontroversial dan penuh propaganda menganggap film dokumenter Obsession merupakan sebuah film propaganda yang menjurus pada usaha mendiskreditkan sebuah agama tertentu. Merupakan sebuah penilaian yang amat keliru bila timbul anggapan demikian. Karena justru seharusnya film ini dapat dijadikan sebuah referensi yang berguna untuk menyadarkan seluruh komunitas berfikir dan waspada atas bahaya laten radikalisme berbasis theokrasi yang kian mengancam peradaban manusia. Sungguh keliru bila tanda akan adanya bahaya laten justru ditanggapi dengan sikap defensif dan menganggapnya sebuah usaha pendiskreditan.


Responses

  1. itu mah website anak kecil om ( maksudnya adminnya anak kecil semua) emang agak susah sih, udah tulalit, ga nyambung lagi :lol:

  2. Maling teriak maling ! Blog ini pun penuh dengan dusta dan propaganda. Sampeyan yakin dengan aqidah Sepilis sebagai jalan keselamatan. Saya mau mubahalah?

  3. @ Bejo

    Apa hubunganya dengan penyakit sipilis yang anda derita ?

    apakah anda membaca aturan berdiskusi di dalam blog ini ?

    kalau belum silahkan dibaca, kalau sudah artinya saia wajib mengasihani anda, karena kebodohan anda dalam menganalisa dan berargumen.

  4. ^ bejo – sipilis :mrgreen:

    Situ sipilis ? Hiii jijik …

  5. saya juga prihatin dengan diamnya kaum moderat :(
    enaknya gimana ni bos?!

  6. @Bejo
    Orang yang sok agamis tuh kayak Anda.

    Pelajari lagi Mubahalah itu konteksnya apa.

    Konteks “siapa yang berada pada kebenaran” ataukah konteks “siapa yang berdusta”?

    @blog owner
    Entahlah, saya sendiri belum pernah lihat film itu.

    Tetapi alangkah baiknya, menurutku, jika dalam film itu ditampilkan juga wajah islam yang lain.

    Karena memang banyak sekali wajah Islam yang aku lihat dan itu pun saling berlainan.

    Jika kita hanya menyoroti satu wajah lalu melakukan penilaian bahwa satu wajah itu mewakili semuanya, saya pikir ndak bijak juga.

  7. @ Ressay

    Saia udah lihat, dan makanya saia bilang itu tentang dokumenter biasa.

    bisa di akses di youtube : http://www.youtube.com/watch?v=gMLJJEDDDGc

    Ya, disni film banyak sekali ditunjukan mengenai kontradiksi dan perbedaan antara yang disebut umat Islam yang sebenarnya – pencinta perdamaian dan mana kelompok teroris yang mengatas namakan islam.

    Dan di film ini secara eksplisit di gambarkan dan dikatakan bahwa kelompok yang paling dirugikan oleh tindakan radikalisme tersebut adalah umat Islam,

    karena dikatakan juga disini bahwa kelompok radikal mendompleng nama islam untuk mendapatkan dukungan.

    makanya saia rasa ini film cukup objektif.

  8. kasihan umat islam, sering dijadikan alat oleh kelompok terorris. sayangnya banyak ummat yang terbawa situasi dan berakhir menjadi simpatisan para teroris tersebut :(

  9. Ane sekedar nyampein fesen, kalo ane baek-baek aja… *kagak fenting amadh* :mrgreen:

    Ganti baju toh bang Ret???

  10. masih di kandang kangguru bang? Salam buat nyonya di rumah… :D

  11. @ Caberawit

    masih kok. Iya saia sampaikan – nyonya kebetulan lagi di jakarta :-D

    udah balik dari Hiatus yah ? oke deh :cool:


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: