Berbeda dari film Fitna, Obsession merupakan film Dokumenter Biasa
Film Obsession yang dirilis tahun 2006 merupakan sebuah film dokumentar yang membahas mengenai terorisme dan gerakan radikal berbasis agama tertentu yang memiliki tujuan untuk menyeragamkan tatanan peradaban dunia berdasarkan penafisran mereka yang sudah pasti anti terhadap demokrasi, liberalisme apalagi sekularisme. Penyeragaman yang dimaksud adalah untuk menjadikan seluruh dunia berada di sebuah hukum berbasis theokrasi dalam tafsiran kelompok teroris radikal.
Film obsession berbeda dengan film Fitna yang beberapa waktu yang lalu sempat membuat heboh dunia cyber dimana film Fitna tidak lebih dari sebuah film propaganda “low budget” yang dikemas asal asalan dan sangat eksplisit menunjukan ke biasanya.
Menguak Fakta dan Membawa Peringatan bagi Umat Beragama
Sebaliknya, film obsesion, menggambarkan dan menguak fakta dimana gerakan radikal sebuah agama tertentu mampu berkembang dikalangan umum akibat sikap “lepas tangan” kelompok moderat. Dan difilm ini juga diungkap bahwa gerakan kelompok radikal tersebut merupakan sebuah kanker yang tumbuh di dalam agama yang selama ini dijadikan basis propaganda kelompok tersebut. Sebuah fakta yang menyakitkan bahwa kelompok radikal tersebut hanyalah menjual kesucian sebuah agama demi memenuhi obsesi bejat kelompok radikal tersebut. Film ini mampu menjelaskan secara ilmiah satu persatu potensi dan akibat yang terjadi bila sebuah radikalisme berbasis theokrasi dibiarkan hidup didalam sebuah komunitas yang semakin maju dan amat menjuntung tinggi HAM.
Keliru Jika Menganggap Ajakan Melakukan Introspeksi dan Mawas Diri Merupakan Penghinaan
sebuah website kontroversial dan penuh propaganda menganggap film dokumenter Obsession merupakan sebuah film propaganda yang menjurus pada usaha mendiskreditkan sebuah agama tertentu. Merupakan sebuah penilaian yang amat keliru bila timbul anggapan demikian. Karena justru seharusnya film ini dapat dijadikan sebuah referensi yang berguna untuk menyadarkan seluruh komunitas berfikir dan waspada atas bahaya laten radikalisme berbasis theokrasi yang kian mengancam peradaban manusia. Sungguh keliru bila tanda akan adanya bahaya laten justru ditanggapi dengan sikap defensif dan menganggapnya sebuah usaha pendiskreditan.

itu mah website anak kecil om ( maksudnya adminnya anak kecil semua) emang agak susah sih, udah tulalit, ga nyambung lagi
Oleh: erickningrat on September 29, 2008
at 12:16 am
Maling teriak maling ! Blog ini pun penuh dengan dusta dan propaganda. Sampeyan yakin dengan aqidah Sepilis sebagai jalan keselamatan. Saya mau mubahalah?
Oleh: Bejo on Oktober 8, 2008
at 11:12 pm
@ Bejo
Apa hubunganya dengan penyakit sipilis yang anda derita ?
apakah anda membaca aturan berdiskusi di dalam blog ini ?
kalau belum silahkan dibaca, kalau sudah artinya saia wajib mengasihani anda, karena kebodohan anda dalam menganalisa dan berargumen.
Oleh: TARZAN-KOTA / sekulerliberal.wordpress.com on Oktober 9, 2008
at 2:59 am
^ bejo – sipilis
Situ sipilis ? Hiii jijik …
Oleh: Mahmoud on Oktober 9, 2008
at 3:53 am
saya juga prihatin dengan diamnya kaum moderat
enaknya gimana ni bos?!
Oleh: joyo on Oktober 9, 2008
at 5:17 pm
@Bejo
Orang yang sok agamis tuh kayak Anda.
Pelajari lagi Mubahalah itu konteksnya apa.
Konteks “siapa yang berada pada kebenaran” ataukah konteks “siapa yang berdusta”?
@blog owner
Entahlah, saya sendiri belum pernah lihat film itu.
Tetapi alangkah baiknya, menurutku, jika dalam film itu ditampilkan juga wajah islam yang lain.
Karena memang banyak sekali wajah Islam yang aku lihat dan itu pun saling berlainan.
Jika kita hanya menyoroti satu wajah lalu melakukan penilaian bahwa satu wajah itu mewakili semuanya, saya pikir ndak bijak juga.
Oleh: ressay on Oktober 12, 2008
at 12:15 pm
@ Ressay
Saia udah lihat, dan makanya saia bilang itu tentang dokumenter biasa.
bisa di akses di youtube : http://www.youtube.com/watch?v=gMLJJEDDDGc
Dan di film ini secara eksplisit di gambarkan dan dikatakan bahwa kelompok yang paling dirugikan oleh tindakan radikalisme tersebut adalah umat Islam,
makanya saia rasa ini film cukup objektif.
Oleh: TARZAN-KOTA / sekulerliberal.wordpress.com on Oktober 12, 2008
at 1:37 pm
kasihan umat islam, sering dijadikan alat oleh kelompok terorris. sayangnya banyak ummat yang terbawa situasi dan berakhir menjadi simpatisan para teroris tersebut
Oleh: Winto on Oktober 15, 2008
at 10:30 am
Ane sekedar nyampein fesen, kalo ane baek-baek aja… *kagak fenting amadh*
Ganti baju toh bang Ret???
Oleh: Cabe Rawit on Oktober 22, 2008
at 1:15 pm
masih di kandang kangguru bang? Salam buat nyonya di rumah…
Oleh: Cabe Rawit on Oktober 29, 2008
at 5:25 pm
@ Caberawit
masih kok. Iya saia sampaikan – nyonya kebetulan lagi di jakarta
udah balik dari Hiatus yah ? oke deh
Oleh: TARZAN-KOTA / sekulerliberal.wordpress.com on Oktober 29, 2008
at 5:32 pm